Barneys New York, Bangkrut Jilid Dua

DEPARTMENT store Barneys New York mengajukan kebangkrutan Chapter 11 pada Agustus 2019. Ini kali kedua Barneys New York ajukan kebangkrutan, yang pertama 1996. Department store yang berdiri pada 1923 ini menjual bisnisnya untuk pembiayaan kembali di tengah tingginya harga sewa dan penurunan penjualan.

Barneys New York juga akan menutup 15 tokonya yang tersebar di Chicago, Las Vegas dan Seattle pada 2020. Pusat perbelanjaan ini resmi bangkrut dan harus menutup sejumlah tokonya di beberapa kota kenamaan AS. Dari 22 cabang Barneys New York yang ada, 15 akan ditutup hingga tersisa 7 yakni di 2 di New York, lalu di Beverly Hills, San Fransisco, Boston dan 2 Barneys Warehouse. Sejumlah pengamat mengemukakan analisis penyebab Barneys New York keok di pasar.

Salah satu faktor utama yang dianggap biang kerok terpentalnya Barneys New York adalah lonjakan harga sewa gedung di AS. Naik dari US$16 juta menjadi US$30 juta. Barneys New York dikenal sebagai retailer yang memiliki kurasi label yang anti-mainstream dan kerap mempromosikan desainer-desainer baru. Penyebab lain, Barneys New York kehilangan ciri khasnya dan mulai mengikuti karakteristik retailer lain yang mengedepankan sisi polished dan formal.

Di tahun 1996 Barneys New York juga sempat bangkrut yang berbuntut berpindahnya kepemilikan. Kini Barneys New York dimiliki oleh pengusaha Richard Perry. Defisit dalam hal pemasukan tentu menjadi alasan utama mengapa Barneys New York sampai bokek. Situs Women’s Wear Daily melansir bahwa Barneys New York juga memiliki hutang kepada sejumlah label fashion, di antaranya Celine dan Gucci.‚óŹ

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *