Bappenas Apresiasi KWSG Dalam Pembangunan Infrastruktur

Bisnis utama KWSG dalam perdagangan bahan bangunan terkait erat dengan proyek infrastruktur yang sedang digalakkan pemerintah. Pada tahun ini, KWSG menargetkan pendapatan sebesar Rp3,29 triliun.

PROYEK infrastruktur yang sedang digenjot pemerintah membutuhkan pasokan material seperti semen, pasir dan bahan bangunan lainnya. Untuk itu, diperlukan dukungan dari semua pihak dalam menunjang kelancaran pembangunan tersebut. Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) merupakan salah satu koperasi yang bisnisnya sejalan dengan program prioritas infrastruktur.

Bisnis utama KWSG adalah perdagangan bahan bangunan (PBB), terutama semen. Selain gudang yang terletak di kota-kota besar, koperasi ini juga memiliki ratusan truk untuk distribusi semen ke pelosok daerah. Ini wajar mengingat usaha sang induk yaitu PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebagai produsen semen terbesar. Penjualan semen berkontribusi sangat besar sekitar 90% terhadap pendapatan Koperasi.

Selain perdagangan semen, Koperasi yang masuk dalam koperasi besar dunia ini juga memperdagangkan material bangunan lain seperti besi dan gress board (GRB). Penambahan komoditi perdagangan ini dilakukan untuk mengantisipasi ketatnya pasar semen yang dapat menekan marjin keuntungan.

Setelah puluhan tahun berbisnis di jalur distribusi, KWSG juga merambah manufaktur (produksi) dengan membangun pabrik fiber semen di Mojokerto Jawa Timur. Pengembangan bisnis ini dilakukan untuk meningkatkan sumber pendapatan koperasi.

KWSG juga memiliki usaha lain seperti ekspedisi, perdagangan umum, ritel dan resto. Hal ini sesuai dengan desain sebagai koperasi modern yang bisa memanfaatkan setiap peluang usaha.

Pada tahun ini, KWSG menargetkan pendapatan sebesar Rp3,29 triliun. Untuk mencapai target, pengurus telah menginvestasikan dana sebesar Rp5,5 miliar untuk pembelian 22 armada truk berukuran tiga perempat. Penambahan armada truk ini truk diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi barang di regional bisnis masing-masing.

Melihat sepak terjang usaha KWSG selama ini, Bappenas pun mengganjarnya sebagai Koperasi Penggerak Pembangunan untuk kategori Koperasi Infrastruktur. Kriteria penilaian didasarkan pada keterlibatan koperasi sebagai pelaksana utama, pemasok atau pendukung pembangunan infrastruktur.   (Drajat)

Share This:

You may also like...