Bappenas Apresiasi Koperasi Penggerak Pembangunan

Kontribusi koperasi terhadap PDB baru sebesar empat persen. Oleh karenanya, Bappenas mendorong perluasan usaha koperasi melalui ajang anugerah Koperasi Penggerak Pembangunan 2017 untuk pertama kali. Rencananya, kegiatan ini akan rutin diselenggarakan setiap tahun.

PEMERINTAH melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menginginkan agar koperasi dapat berkiprah lebih jauh dalam mendukung pembangunan. Selain aktivitas simpan pinjam yang selama ini banyak digeluti koperasi, Bappenas mendorong sokoguru perekonomian ini dapat bermain di sektor lain seperti pariwisata dan infrastruktur. Dengan  area usaha yang lebih luas, niscaya kontribusi terhadap perekonomian akan lebih besar daripada saat ini.

Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN /Kepala Bappenas mengungkapkan, seharusnya koperasi dapat masuk ke semua sektor usaha sehingga mampu berkontribusi lebih optimal dalam pembangunan. “Itulah kenapa saya punya ide untuk membawa koperasi dalam tataran ekonomi yang lebih luas. Selama ini kan simpan pinjam dan distribusi, padahal kan seperti kisah sukses di Eropa, koperasi bisa masuk ke semua sektor usaha,” ujar Bambang dalam sambutan penganugerahan Koperasi Penggerak Pembangunan

Tahun 2017 di Jakarta.

Bappenas mendorong koperasi sebagai penggerak pembangunan yang berdaya saing dan berkelanjutan.  Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kontribusi ekspor koperasi, partisipasi koperasi dalam pembangunan infrastruktur, peningkatan peran koperasi dalam layanan keuangan, pengembangan pariwisata nasional, rantai produksi global, serta peningkatan sinergi koperasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).

Ajang apresiasi bagi Koperasi Penggerak Pembangunan ini adalah yang pertama kali digelar oleh Bappenas. Tujuannya untuk memberikan motivasi kepada koperasi untuk semakin memperkuat kontribusi dalam pembangunan nasional. Selain itu, untuk meningkatkan sinergi antara Koperasi dengan Pemerintah, dunia usaha, dan akademisi. “Kegiatan ini akan menjadi agenda rutin Bappenas setiap tahunnya untuk mendorong  peran koperasi yang lebih besar dalam menggerakkan pembangunan,” ucap Bambang.

Dalam gelaran Koperasi Penggerak Pembangunan Tahun 2017 ini terdapat empat kategori yaitu Koperasi Berorientasi Ekspor, Koperasi Membangun Infrastruktur, KSP dengan pengelolaan profesional, dan penghargaan khusus untuk koperasi sekunder pendukung percepatan pembangunan.

Berdasar data Kementerian Koperasi dan UKM, sampai 5 Juli 2017, jumlah Koperasi aktif   sebanyak 152,282 unit, jumlah anggota 26,8 juta orang, modal sendiri sebesar Rp 87,6 Triliun, dan volume usaha Rp 176,3 triliun.

Ke depan, Bappenas mendorong upaya perkuatan kelembagaan dan usaha koperasi melalui melalui enam langkah yaitu edukasi, kepemimpinan, kewirausahaan, kepedulian sosial, kolaborasi, dan inovasi. Dengan begitu, koperasi akan dapat lebih berperan dalam pembangunan seperti halnya Korporasi/Swasta dan BUMN.   (Drajat)

Share This: