Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Tumbuh 0%

EKONOMI global tengah mengalami penurunan. Hal itu pun terjadi di Tanah Air. Meski begitu Bank Dunia (World Bank) memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 0% alias tidak bergerak pada tahun ini. Proyeksi itu berdasarkan tiga hal. Pertama, apabila pertumbuhan ekonomi global turun hingga minus 5,2% di tahun ini. Kedua, apabila perekonomian Indonesia bisa dibuka kembali sepenuhnya pada bulan Agustus ini. Ketiga, apabila tidak ada gelombang infeksi lanjutan pandemi Covid-19.

Agar bangkit, Indonesia perlu memperluas cakupan program perlindungan sosial, mengatasi kesenjangan baru, dan mempercepat penerapan perawatan kesehatan universal untuk seluruh lapisan masyarakat. “Selain itu, pemerintah perlu mengubah prioritas belanja negara, dengan alokasi lebih besar pada sektor kesehatan, perlindungan sosial, dan infrastruktur akan tetap dibutuhkan pemerintah, “ujar Lead Economist World Bank Indonesia, Frederico Gill Sander.

Dengan asumsi itu, “Tidak ada yang yakin 100% terhadap prospek ke depan karena pandemi ini,” ujar Menkeu, Sri Mulyani Indrawati, dalam peluncuran Indonesia Economic Prospect. Pertumbuhan ekonomi dibangun oleh tiga faktor utama; yakni mobilisasi masyarakat, barang, dan modal.

Ketiga faktor tersebut merupakan area yang akan terus memengaruhi proyeksi ekonomi hingga akhir tahun, bahkan hingga tahun 2021 mendatang. Selain itu, kata Sri, pemerintah akan terus mengidentifikasi ketahanan masyarakat berpenghasilan rendah. Demikian pula halnya dengan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), apakah mereka bisa terus berjalan dan dipulihkan seperti sedia kala.

Ke depannya, pendataan terkait informasi kejelasan tempat tinggal serta identitas akan terus ditingkatkan oleh pemerintah. Pasalnya, implementasi kebijakan masih sering terkendala terkait dengan pendataan. “Bukan pemerintah tidak mengidentifikasi, tapi memang kendala itu ada,” kata Sri  Mulyani.

Diakuinya, ruang fiskal pemerintah saat ini terbatas. Untuk itu evaluasi akan terus dilakukan untuk mengidentifkasi mengapa banyak masyarakat yang belum menikmati stimulus yang diberikan pemerintah. “Apakah mereka tidak mau atau memang prosesnya rumit. Ini akan kita evaluasi. Kalau tidak pick up, akan kami pertimbangkan apakah ini rancangan yang salah? Maka akan kami tingkatkan atau ini memang kebijakan yang salah,” tuturnya.●

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *