Bandara Juanda Adakan Pelatihan bagi 40 UKM Mitra Binaan

Ilustrasi-Foto: YALPK.or.id

SURABAYA—-PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandar Udara Internasional Juanda mengadakan pelatihan bagi 40 mitra binaan, yang berdomisili di wilayah Sidoarjo.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 16 hingga 17 Desember ini diikuti mitra binaan yang menerima dana pinjaman selama 2019. Materi yang diberikan meliputi, kewirausahaan, pengelolaan SDM, pembukuan sederhana, pemasaran digital hingga perpajakan untuk UKM.

General Manager Bandara Juanda Heru Prasetyo mengatakan, pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan dan potensi mitra binaan, agar UKM  binaan mampu mandiri. Pelatihan ini merupakan bentuk kontribusi Bandara Juanda menumbuhkan perekonomian daeerah, serta pengembangan usaha kecil dan koperasi di Jawa Timur.

“Para mitra binaan yang mendapat pelatihan tersebut terdiri dari berbagai bidang usaha, yaitu 23 sektor perdagangan, 11 mitra sektor jasa dan 6 mitra sektor industri,” ungkap Heru, Selasa (17/12/19).

Lanjut Heru pada  2019, Bandara Juanda telah memiliki 52 mitra binaan dengan total Rp 3,03 miliar jumlah dana pinjaman yang telah disalurkan.

“Dengan pelatihan ini mitra binaan ditargetkan dapat beradaptasi dengan perkembangan jaman, salah satunya dengan memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk-produk usahanya,” tutup Heru.

Tantri salah satu mitra binaan PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Juanda mengatakan bahwa pelatihan kewirausahaan yang diberikan sangat bermanfaat untuk usaha pembuatan baju batik miliknya.

 “Dana pinjaman dari PT Angkasa Pura I (Persero) ini sangat bermanfaat untuk kami para wirausaha dalam pengembangan usaha dan selain itu kami juga berterima kasih telah diberikan pelatihan kewirausahaan yang tentunya sangat bermanfaat dalam pengelolaan usaha yang kami jalankan,” kata Tantri.

Share This:

Next Post

Kopi Racikan Pekerja Migran Ini Capai Pasar Amerika dan Eropa

Sel Des 17 , 2019
BANDUNG-—Sejak 1998 hingga 2014, Eni Wartuti  bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi selama dua tahun, Taiwan tiga tahun, serta Hongkong selama sepuluh tahun. Kesempatan berada di luar negeri, dipergunakan dengan sebaik-baiknya oleh Eni untuk berwirausaha di sela waktu senggangnya. Misalnya saja ketika berada Hongkong,  Eni kerap mengisi […]