Bali Tangi, Produk Aroma Therapy-nya Sampai Dubai

Yuliani Djajanegara-Foto: Dokumentasi Pribadi/FB.

DENPASAR—-Pensiun bukan berarti berkarya juga usai. Yuliani Djajanegara justru menuai kesuksesan setelah berhenti bekerja sebagai perawat di Yogyakarta. Bersama suaminya yang juga pensiun kembali ke Denpasar menjadikan daun-daun yang tercecer di halaman rumahnya menjadi produk pewangi ruangan dan aroma therapy (Potpourri)

Kebetulan Yuliani memang penggemar tanaman dan di halaman rumahnya di Denpasar banyak terdapat tanaman.

“Sekitar 2000, saya menggunakan sereh wangi, temu kunci, daun jeruk, pandan sebagainya menjadi produk pewangi. Ternyata diminati oleh wisatawan yang mengorder sejumlah produk yang kemudian menjadi modal awal untuk usaha,” ujar Yuliani ketika dihubungi Peluang, Jumat (10/1/20).

Kini inovasi Poutpourri-nya bukan saja pewangi ruangan, tetapi juga untuk kebutuhan spa hingga produk kesehatan dan kecantikan, seperti sabun.  Total seratusan item dengan harga berkisar Rp20 ribu hingga ratusan ribu. 

“Bali Tangi sudah ekspor ke sejumlah negara, di antaranya Maladewa, Uni Emirat Arab (Dubai) hingga Amerika Serikat,” tutur Yuliani lagi.

Ke depan Yuliani merencanakan melakukan diversifikai produk hingga total kebutuhan untuk kesehatan, kecantikan hingga makanan benar-benar kembali ke alam. “Kini usaha saya dijalankan oleh ana-anak dan menantu,” ujar dia.

Peluang juga mewawancarai Suci Setiawati, menantu Yuliani yang mengelola dua spa di Denpasar dan Pantai Kuta.  Bisnis spa ini menjadi contoh penggunaan produk Bali Tangi dan banyak dikunjungi wisatawan.  Rata-rata setiap hari sepuluh orang dengan biaya treatmen antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu.

“Kalau yang di Denpasar pengunjung lokal, laki-laki dan perempuan. Tetapi kalau yang di Kuta khusus perempuan dan kebanyakan wisman,” pungkas Suci (Irvan Sjafari).

Share This: