Asih:  Kembalinya “Old School Horor” Indonesia

Adegan dalam Film Asih-Foto: MD Entertainment

JAKARTA—-Hujan  deras berjatuhan dari atas langit pada malam kelam. Seorang perempuan berkaki telanjang  berjalan tertatih-tatih  sambil seolah membawa sesuatu di gendongannya.  Wajah dan kedua matanya memancarkan  tak punya semangat hidup.

Malam itu jahanam baginya, setelah diusir dari keluarga dan orang kampung karena mengandung bayi tanpa suami. Perempuan itu menenggelamkan bayinya di ember berisi air, sebelum dia berjalan dan bunuh diri di sebuah pohon beringin. Caranya sama mengerikannya dengan dia membunuh bayinya, yaitu memotong urat nadinya dengan ganggang sisir.

Opening Scene yang brilian dari film bertajuk Asih, menjelaskan latar belakang mengapa sosok ini menjadi arwah penasaran yang menteror pasangan suami isteri  Andi (Darius Sintahrya) dan Puspita (Citra kirana).  Mereka tinggal bersama ibu dari Andi (Marini Soerjosoemarno), di lokasi  tempat perempuan itu mengakhiri hidupnya.

“Perempuan itu bernama Kasih. Nama yang indah.  Entah mengapa kemudian disebut Asih,” ujar seorang laki-laki bernama Abah (dimainkan dengan gemilang oleh Alex Abbad), orang pintar yang diminta bantuannya oleh keluarga itu.

Berhasilkah Abah mengatasi arwah penasaran yang mengancam bayi yang baru lahir itu? Menjadi inti cerita film ini. Yang jelas Shareefa Daanish sekali lagi berhasil memerankan Asih, seperti dalam Danur: I Can See The Ghost

Asih adalah spin off dari dua film serial Danur, yang diangkat dari novel karya Risa Saraswati. Kedua film terdahulu masing-masing mampu meraup penonton di atas 2,5 juta.  Sang Sutradara Awi Suryadi dalam jumpa press di Jakarta, Rabu (3/10/2018) menyebut karyanya sebagai old school horor.

Termasuk dalam kategori old school horor  adalah Pengabdi Setan karya Djoko Anwar. Jenis ini tampaknya bakal menjadi varian film horor Indonesia yang kini sedang booming, bahkan nyaris menguasai box office Indonesia 2018, kalau tidak ada Dilan 1990.

Sang produser Manoj Pundjabi menyebut sebagai “Danur Universe” yang mengingatkan pada “Conjuring Universe”. Hanya saja kalau Conjuring Universe punya Valak sebagai hantu yang asal usulnya diungkap, maka “Danur Universe” punya Asih.

Asih sangat Indonesia sekali. Setting budaya Sundanya sangat kuat. Seperti pamali menaruh bayi di dekat jendela, dianjurkan menaruh gunting di bawah bantal dan tentu saja tanpa lagi “esek-esek” seperti horor Indonesia dekade sebelumnya. Begitu juga setting sejarah 1980 begitu detil, cara berpakaian, televise hingga plat nomor.

Sutradara dan produser Asih tampaknya belajar dari Pengabdi Setan,film horor bisa dibuat berkualitas dan berkelas. Tentunya itu membutuhkan riset dan ketelatenan (Irvan Sjafari).

 

Share This:

You may also like...