Apkasi Expo 2019 Dorong Kabupaten Terapkan Investasi Lestari

Investment Dialoque & Business Matching Forum-Foto: Irvan Sjafari

JAKARTA-—Investasi lestari menjadi  perhatian utama dalam pasar modal Indonesia. Pada ajang Apkasi Otonomi Expo 2019, Investasi Lestari ini dibicarakan dalam Investment Dialoque & Business Matching Forum dengan tema “Kemitraan Bisnis untuk Peningkatan Ekonomi Lokal Lestari”.

Kegiatan merupakan kerja sama antara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dengan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dan jejaring mitranya Tropical Forest Alliance 2020 (TFA2020).  

Investasi Lestari ini menjadi keniscayaan bagi daerah, karena selain membawa keuntungan, juga mendukung  “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” (SDGs), secara langsung sesuai target pembangunan nasional.  Pada saat kampanye hitam terhadap kelapa sawit di negara Asia Tenggara di Eropa juga menjadi isu ini sebagai hal yang penting.

Sejak Desember 2018, kabupaten yang menjadi anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) telah dipersiapkan untuk menyusun portfolio Investasi Lestari yang berdaya saing melalui program “Masterclass Investasi Lestari”.

Sekjen Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Najmul Akhyar menyampaikan “Masterclass Invetasi Lestari ini merupakan pendekatan baru yang inovatif yang mengajak kabupaten untuk secara aktif ‘jemput bola investasi lestari’.

Perlu digarisbawahi, investasi lestari ini tidak hanya memiliki kewajiban terhadap pelestarian lingkungan tetapi juga menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai target utama investasi.

Para Bupati Mendukung

Menurut Bupati Siak Alfredi yang menjadi anggota LTKL  sektor perkebunan strategis seperti  kopi, kakao, sawit, karet, kelapa, rempah dan hasil hutan bukan kayu (HHBK).

“Kebetulan kami juga punya program Siak Hijau. Saat ini Siak mempunyai 350 ribu hektar sawit dimiliki perusahaan dan 220 ribu hektar dikelola masyarakat. Untuk yang perusahaan mereka sudah sadar, nah yang masyarakat ini didorong agar sertifikat ramah lingkungan. Misalnya, mereka diminta untuk menggunakan obat-obatan yang sesuai dengan standar,” papar Alfredi dalam konferensi pers di JHHC, Jakarta, Kamis (4/7).

Ian Suwarganda (Golden Agri Resources), salah satu anggota koalisi perusahaan di Kabupaten Siak menyambut baik kesepakatan yang terjadi dalam business matching diharapkan menjadi pemantik awal untuk iklim investasi yang lebih baik, yang kedepannya mampu bersaing juga di dunia internasional.

“Kami senang sekali bisa mengawali kolaborasi perusahaan di Kabupaten Siak ini. Prosesnya menarik dan menantang dan kami tetap berkomitmen untuk bekerja dengan mitra kami dalam mendukung insiatif Siak Hijau,” ujar Ian

Dalam jumpa pers itu juga, Bupati Gorontalo  Nelson Pomalingo, Koordinator Program bidang Pengembangan Bisnis dan Investasi LTKL mengatakan  “Investasi lestari” ini tidak hanya memberikan peluang bagi kabupaten untuk sekedar mengembangkan bisnis yang meningkatkan pendapatan daerah, namun juga investasi yang mendukung visi lestari kabupaten.

“Saat ini kami sedang menyiapkan pembangkit tenaga listrik biogas dekat bandara dengan kapasitas 10 Megawatt dan sudah ada investor dari Korea yang mendukung,” ujar Nelson (Irvan Sjafari).

Share This:

You may also like...