Antisipasi Dampak Covid-19, Pelaku UMKM Diminta Gunakan Sistem” Delivery”

Ilustrasi-Foto: Jurnal.id

 JAKARTA—-Direktur Pengembangan UKM dan Koperasi Bappenas, Ahmad Dading Gunadi menyampaikan dampak pandemi Covid-19 membuat perubahan perilaku konsumen.  Hal ini membuat menurunnya penjualan UMKM.

Untuk itu pelaku UMKM sebaiknya menggunakan sistem delivery langsung ke konsumen, tidak lagi berkumpul di satu tempat.  Hal ini harus dilakukan karena masyarakat banyak di rumah dan tidak lagi berkumpul di satu tempat, hingga UMKM mengubah model bisnis, seperti beralih ke daring.

“Ada peluang pasar, ada pergerakan UMKM yang meningkat di barang pokok terkait dengan makanan beku, makanan kering ,” ujar Dading dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (3/5/20).

Dading mengungkap  hasil survei dilakukan oleh Asosiasi Business Development Sevices Indonesia (ABDSI).

“ABDSI melakukan survei terhadap 6.000 UMKM di Indonesia hasilnya 26, 5 persen  responden mengalami penurunan aktivitas bisnis  hingga lebih dari 60 persenm “ papar dia.

Sementara itu, UMKM yang tidak dapat melakukan penjualan selama pandemi Covid-19 mencapai 36,7 persen.

Adapun 15,0 persen UMKM mengalami penurunan penjualan sekitar 31 sampai dengan 60 persen dari total responden, sedangkan penjualan yang menurun dari 10 persen sampai 30 persen tercatat 14,2 persen saja.

Survei juga mengungkapkan pelaku  UMKM mengalami masalah pada ketersediaan bahan baku dan pembayaran kredit.

“Ada sebagian bahan baku UMKM itu diperoleh dari impor karena negara-negara bersangkutan juga terkena dampak Covid-19 sehingga mereka [UMKM] mencari substitusi untuk bahan baku,” lanjutnya.

Dia mengatakan bahwa salah satu langkah pemerintah untuk mengakselerasi UMKM adalah melalui pemanfaaan teknologi digital  untuk pemasaran, distribusi, dan modifikasi produk.

Share This: