ANOMALI TIKET MAHAL

DI TENGAH musim tiket pesawat mahal, Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) menggelar Travel Fair. Iklan tiket terbang murah pun bermunculan di berbagai media massa. Ketua Penyelenggara Astindo Travel Fair (ATF), Rudiana mengatakan pameran ke sembilan yang digelar kali ini agak anomali.

Pengunjung justru lebih banyak ingin booking wisata ke luar negeri, karena harga tiketnya lebih murah ketimbang tiket domestik di dalam negeri,” ujarnya kepada Peluang di sela ATF, pekan lalu di Jakarta Convention Centre. Sebagai pelaku sekaligus pemerhati bisnis wisata, Rudiana bingung dengan kebijakan harga jual tiket pesawat domestik yang belakangan ini terus melambung. “ Dulu ketika gancarnya era low cost carrier, tiket Jakarta-Semarang misalnya, hanya di kisaran Rp 300 ribu an, lebih murah dari tiket kereta api. Kini harganya satu jutaan rupiah, belum lagi denda kelebihan bagasi yang sangat mahal,” timpalnya. Dia menolak jika lonjakan harga avtur dituding sebagai faktor penyebab.

“Gak benar tuh, jika avtur mahal kenapa penerbangan asing bisa murah, pastinya ini ada mismanajemen yang harus diurai oleh pemerintah. Anomali tiket mahal diharapkan tidak berlangsung lama, karena bakal kontra produktif dengan keinginan Menteri Pariwisata yang bertekad menggenjot pariwisata domestik dengan kehadiran 20 juta wisatawan mancanegara tahun 2019. (Irm)

Share This:

Next Post

KHATAM BERKOPERASI

Sel Mar 5 , 2019
“Pertanyaannya gampang tapi jawabnya sulit nih. Besok pagi saja ya saya jawab.”   Sahutan itu terlontar dari Rully Indrawan saat disodori pertanyaan mengenai posisinya sebagai birokrat papan atas bidang perkoperasian dan UKM. Esoknya profesor ahli koperasi ini memang memenuhi janjinya.  ,Pagi sekali ba’da subuh  Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi UKM ini sudah […]