ALIBABA

Pada mulanya adalah secangkir kopi. Lalu lahirlah Alibaba.com.

Bukan merk dagang inovatif memang, bahkan hanya menciplak nama tokoh dongeng Timur Tengah. Tetapi bagi Jack Ma sebuah nama bisa sangat komersial bila dikenal berbagai publik. “ Do you know Alibaba,” tanyanya kepada pelayan di sebuah kedai kopi di San Fransisco. “Open Sesame,” jawabnya si pelayan.  Bagi mereka yang pernah mendengar kisah ‘Alibaba dan 40 Penyamun’ tentu mafhum dengan frasa magis yang diucapkan raja penyamun itu. Sesame, adalah frasa sakti untuk membuka gua harta.

Tiga tahun pertama Alibaba. com hanya menangguk rugi dan gua harta yang diimpikan itu belum lagi muncul.  Tetapi Jack tetap sabar lantaran ia yakin situs dagangnya bakal booming. “Saya belajar dari Forrest Gump, yang begitu sabar dan yakin dengan apa yang dia perjuangkan,” kata pria kocak kelahiran Hangzhou 1965 ini.  Kesamaan Jack dengan tokoh idiot dari novel laris  karya Winston Groom terbitan 1965 itu, memang soal memperjuangkan keyakinan. Forrest Gump memulai karir bisnisnya sebagai petani udang yang tinggal  di sebuah perahu kecil. Belakangan ia berhasil menyulap perahu kecil itu menjadi perusahaan besar. Demikian halnya Jack , mantan guru bahasa inggris bergaji US$12 per bulan ini awalnya gaptek internet. Tetapi kini orang sedunia tahu, Jack berhasil bertengger di ranking utama orang terkaya di Cina, pemilik Alibaba.com, situs dagang yang mempertemukan aneka produk  Cina dengan konsumen di luar negeri.  Tahun 2016 lalu, pengunjung situs ini ditaksir mencapai dua miliar orang, dan Majalah Forbes menobatkan Jack sebagai warga terkaya dunia dengan kekayaan US$ 27,4 miliar.

Kisah orang-orang sukses yang merangkak dari jurang kemiskinan selalu menarik disimak. Setidaknya kita belajar bahwa tidak ada tempat bagi rasa takut gagal apalagi menyerah dengan kesulitan. Seperti halnya Jack yang tumbuh di tengah komunitas miskin di Cina.

 

Terlahir dengan nama Ma Yun, sejak kecil ia sudah akrab dengan ketakberuntungan.   Postur tubuhnya yang kurus selalu jadi ejekan, belum lagi prestasi sekolahnya yang jeblok. Saat mencari pekerjaan pun ia mengalami perlakuan menyesakkan karena tidak ada perusahaan yang mau menerimanya.  Ketika Kentucky Fried Chicken membuka  cabang di Hangzhou pada 1992, Jack mencoba nasibnya di perusahaan fastfood terkenal dari Amerika itu.  Ironisnya, dari 24 pelamar hanya ia yang gugur dari 24 pelamar. Ia juga kandas menjadi polisi. Pendek kata, kegagalan adalah bagian dari kehidupan Jack Ma.

Setelah berkali-kali gagal masuk test perguruan tinggi, akhirnya ia dapat juga kuliah program diploma Sastra Inggris di Hangzhou Normal University, sebuah perguruan tinggi dengan mutu kelas tiga atau empat secara nasional di Cina.  Jack sadar,  kemampuan dimilikinya hanyalah berbahasa Inggris. Modal yang kemudian ia gunakan untuk menjadi pemandu gratis utnuk turis yang berkunjung ke Hangzhou. Berkat modal berbahasa    itu pula yang kemudian mengantarnya ke Amerika Serikat dan melahirkan kerajaan bisnis bernama Alibaba.com.

Ketika Jack menawarkan jasa Alibaba kepada perusahaan mapan. ia malah ditertawakan.  Ia tidak kaget dan juga tak berkecil hati. Kegagalan memang sudah jadi bagian dari jalan hidupnya. Tetapi ia tahu sejumlah ceruk pasar lainnya sedang menunggu, ceruk potensial itu adalah usaha kecil menengah yang masih gamang dengan teknologi informasi.  Jika ada perusahaan e-commerce yang pernah mencetak transaksi sebesar Rp 238 triliun dalam sehari, itulah Alibaba.com.

(Irsyad Muchtar)

Share This:

You may also like...