Akurasi Kelas Dunia Senapan Lokal

dodik-senapan

Lahir di Lumban Holbung, sebuah desa kecil di Kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara membuat Sensus Doloksaribu, biasa disapa Dodik akrab dengan alam. Salah satu kegemarannya saat muda adalah berburu hewan di hutan. Karena sudah menjadi kebiasaan, ia pun cukup mahir dalam bidang buru-memburu ini. Begitu pula dengan alat yang digunakannya, senapan angin.

Dodik menuturkan, pengetahuannya tentang senapan angin semakin komplit saat ia menimba ilmu di jurusan teknik mesin. “Sayatahu senapan seperti apa yg dibutuhkan seorang pemburu. Ilmu di bangku kuliah cukup berguna saat diterapkan dalam proses produksi senapan,” ujar Dodik.

Dengan bendera Indosniper, produsen senapan angin pompa tangan yang didirikannya pada pertengahan 2011, usahanya terus berkembang. Hal ini terlihat dari permintaan pasar yang trennya meningkat setiap tahun. Tidak hanya di dalam negeri, produksinya sudah menembus mancanegara. Namun karena sulitnya dalam mengurus perizinan, produksinya kini hanya untuk pasar domestic saja.

Meski baru berjalan lima tahun, namun produk Indosniper dengan merk Goppul – Night Furry yang spesifikasi detailnya ada di web www.indosniper.com, kini sudah banyak digunakan para pemburu di daerah-daerah terutama di Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Sumatera. Hal ini dikarenakan jenis buruan di sana yang rata-rata berukuran besar. Sedangkan untuk di kawasan perkotaan, biasanya hanya dipakai di event-event menembak nasional oleh anggota Perbakin. Dodik menambahkan, senapan angin Goppul miliknya memiliki kelebihan disbanding produk impor. Kelebihan tersebut dalam hal akurasi, tenaga, keawetan, dan keindahan.

“Meskiproduklokalnamundijamintidakkalahdenganbarangimpor,” ujar suami dari Norty Ventari Rewinda Lumban Gaol, seorang Dokter Muda.

Kelebihan Goppul bukan isapan jempol belaka. Cerita dari salah seorang konsumennya menjadi bukti sahih kehebatan senapan angin made in Surabaya JawaTimur ini. Konsumennya seorang anggota Brimob di Palembang bercerita, senapan miliknya dipakai untuk menembak sasaran dalam jarak 30 meter tidak kena. Tetapi ketika menggunakan Senapan Angin Goppul tepat sasaran, padahal jaraknya 50 meter. Selain itu, adalagi kisah dari Padang. Ceritanya, beberapa pemuda setempat dipersenjatai Goppul untuk menumpas hama yang merusak hasil panen dan terbukti sukses.

Konsumen produksi Indosniper, kata Dodik, sebanyak 60% merupakan anggota Perbakin dan aparat keamanan. Sedangkan sisanya adalah para pemburu yang membutuhkan senapan tembak jarak jauh. Umumnya, konsumen dating ke workshop-nya untuk memesan dan sekaligus mencoba.

Kedepan, Dodik yang lahirpada 1 Mei 1981 ini berharap, di tengah serbuan senapan angin impor produksinya bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. (Drajat)

 

Share This:

One Comment on “Akurasi Kelas Dunia Senapan Lokal”

Comments are closed.