Adu Kreatif dan Jeli, Liku-liku Bisnis Kado

Billy Chandra-Foto: Dokumentasi Pribadi.

BANDUNG—-Dua puluh tahun sudah Billy Chandra menjalankan usaha kado dan hadiah dengan toko fisik “Grow Gift Shop” di kawasan Pager Gunung, Lebakgede, Bandung.  Alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Parahyangan ini mendirikan bisnis ini bersama dua orang kawannya, dengan modal Rp150 juta.

“Saya tertarik pada bisnis ini karena sejak kecil hingga SMA senang kirim kado. Untuk buat kado diperluan kreativitas biar menarik penerimanya, terutama di kotak dan bungkusnya,” kata Billy ketika dihubungi Peluang lewat WhatsApp, Sabtu (27/6/20).

Bisnis ini booming hingga 2007, “Grow Gift Shop” tumbuh menjadi 20 gerai tersebar di berbagai mal dan kota.  Omzetnya rata-rata Rp200 juta per bulan. Pada waktu tertentu seperti Valentine bahkan tiga kali lipat hingga mendekati Rp1 miliar.

“Sayangnya bisnis ini sempat surut karena ada perubahan tren pada segmen utama bisnis ini terutama anak muda. Saya menjalankan bisnis sendirian sejak 2009, ketika dua teman saya mengundurkan diri. Kini tinggal tiga gerai,” ungkap Billy.

Omzet pun menurun menjadi Rp100 juta per bulan. Untuk itu Billy memperluas usahanya membuat parsel untuk Lebaran dan Natal hingga mahar untuk pengantin.  Upaya ini menuai hasil, banyak pelanggannya yang mulai dari pacar hingga menikah tetap menggunaan jasanya. Dia melakukan pemasaran juga dengan cara daring.

Untuk bungkus kado harganya berkisar Rp10 ribu hingga Rp200 ribuan.  Sementara untuk kemasan mahar antara Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta.

“Ini yang membuat saya bertahan dengan bisnis ini, karena orang kalau ke Bandung tahunya Grow Gift Shop untuk mencari kado,” imbuh dia.

Seperti halnya bisnis lain, usahanya juga terdampak pandemi Covid-19 yang ia prediksi paling tidak enam bulan.  Ke depan, kalau keadaan sudah pulih dia akan ekspansi lagi dengan menggunakan cara waralaba.

Campur dengan Penjualan ATK

Bila Billy Chandra memulai menjalani bisnis kado dengan gift, emudian melakuan diservikasi usaha dengan membuat bisnis parsel dan mahar, maka  Selviana Andi Mardika mendirikan toko suvenir ulang tahun dan kado dengan juga menjual alat tulis kantor di kawasan Cipuat, Tangerang Selatan sejak Mei 2019 dengan modal Rp50 juta.  Tokonya bertajuk Berkah Sejati.

“Kami menjual suvenir ultah sekaligus melayani pembungkusan kado dengan beberapa tipe seperti amplop, baju, kipas,” ujar Selvi.

Dia mengakui banyak tantangan sebagai pemain baru di bisnis kado ini. Di wilayahnya saja sudah banyak pemainnya.  Dalam sebulan pihaknya hanya mampu menjual 50 bungkus dengan harga Rp.5000 hingga Rp110.000.

Pihaknya kemudian belajar pelan-pelan merambah pasar daring sambil juga menjual secara offline. Menurut dia usaha ini rezekinya musiman, selama setahun paling banyak ada pada Agustus dan Oktober.  Penjualan secara daring sangat menolong pada musim pandemi Covid-19.

“Paling sering orang membelikan kado itu boneka little poni untuk anak perempuan dan mobil remot untuk anak laki-laki,” ucap Selvi (Irvan Sjafari).

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *