Adopsi Suasana Bioskop

Ada Paket Ketika Cinta Bertasbih, Buaya Gile, dan Gitar Tua, yang semuanya mengacu pada judul film. Di Warung Makan Misbar ini semuanya berkaitan dengan bioskop.

Istilah misbar sempat terkenal pada era 80-90-an. Ya, misbar yang berarti gerimis bubar merujuk pada penayangan layar tancep yang sempat ngetren di tengah masyarakat. Popularitas kata itu kini telah dipatenkan oleh seorang pemilik Rumah Makan di Bandung.
Roy David, Manajer Operasi Warung Misbar mengatakan, menu yang paling digemari pengunjung adalah jengkol atau istilah masyarakat setempat kancing jerman dan ayam goreng laos. “Dalam sehari tamu yang datang rata-rata sebanyak 500 orang,“ ujar Roy.
Sesuai dengan namanya, menu yang disajikan juga cukup unik dengan mengacu pada judul film. Misalnya ada Paket KCB (Ketika Cinta Bertasbih) dan Paket Gitar Tua. Nuansa bioskop memang begitu kental di warung makan ini. Selain menunya yang variatif, harganya pun cukup terjangkau.
Pemilik resto ini, kata Roy, sengaja memilih yang unik-unik dan berbeda dengan yang lain. Strategi itu dinilai berhasil, karena warung makan Misbar selalu ramai dikunjungi. Apalagi jika weekend, orang-orang Jakarta senang makan di sana.

Share This: