45 Tahun Bukopin Pertajam segmen ritel

Memasuki usianya ke 45 tahun pada 10 Juli lalu, Bank Bukopin (Bukopin) kian mengokohkan posisinya sebagai bank papan tengah yang terus menjaga momentum pertumbuhannya. Sebagai bank yang lahir dari rahim gerakan koperasi Bukopin juga menunjukkan komitmennya untuk tetap fokus pada segmen ritel yang terdiri dari usaha mikro, kecil yang didukung oleh segmen komersial.

45 th bukopin

Dalam perbincangan dengan Media massa, Senen (6/7), Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Glen Glenardi mengatakan, Bukopin telah berhasil melalui krisis ekonomi dan menjaga momentum pertumbuhan. “Industri perbankan nasional telah berkali-kali menghadapi gelombang krisis, mulai tahun 1983, 1998, 2009 dan krisis kali ini yang nampaknya masih berkepanjangan,” ujarnya. Menurut dia, ancaman dari krisis kali ini cukup serius karena perekonomian global belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Dalam situasi tersebut, Bukopin optimistis dapat terus tumbuh berkelanjutan dengan mempertajam fokus bisnis pada segmen unggulan.

“Kami akan memperkuat bisnis pada segmen ritel dengan tetap menjaga tren pertumbuhan pada segmen komersial yang jadi penyeimbang,” ungkap Glen.

Saat ini Bukopin berhasil tumbuh dengan membukukan aset secara konsolidasi sebesar Rp 85,1 triliun, tumbuh 12,69% secara year on year.

Kredit yang telah disalurkan tumbuh 13,5% menjadi Rp 55,3 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 15,33 % menjadi Rp 68,1 triliun.

Dengan pencapaian itu, laba bersih perseroan pada periode yang sama mencapai Rp 199 miliar.

Sampai dengan akhir tahun 2015, Bukopin menargetkan pwertumbuhan kredit sebesar 15%-16% yang ditopang oleh pertumbuhan pada empat pilar utama yaitu sektor UKM, Mikro, Konsumer dan Komersial. Pada saat yang sama, aset perseroan diharapkan tumbuh 14%-15%, dana pihak ketiga sebesar 14%-16% dan laba 15%-16%.

 

Pada Juli 2015, Bukopin mencatatkan Obligasi Berkelanjutan II tahap I di Bursa Efek Indonesia sebesar Rp 400 miliar. Aksi korporasi tersebut merupakan bagian dari rencana ekspansi bisnis perseroan.

Hingga per 31 Mei 2015, saham milik publik di Bukopin tercatat 40,48%, Bosowa Corporindo (33%), Kopelindo 18,09% dan Negara RI (11,43%). Jangkauan opeasionalnya tersebar di 22 provinsi dengan 40 kantor cabang, 121 kantor cabang pembantu, 143 kantor kas, 86 kantor fungsional (layanan mikro). Bank ini juga mengoperasikan 650 mesin ATM dan 1.642 perangkat mini ATM. KArtu ATM Bukopin terkoneksi dengan seluruh jaringan ATM BCA Prima, ATM Bersama dan Plus di seluruh Tanah Air.

Share This:

You may also like...