40 Negara Tuntut Cina

INGGRIS, India, Jerman dan Amerika adalah beberapa di antara 40 negara yang menuntut Cina. Mereka minta Cina mengganti kerugian akibat lalai menginformasikan wabah yang bermula di Wuhan dan menyebar ke seluruh dunia. Gugatan itu diajukan melalui pengadilan di Amerika. Ini menarik untuk menguak sebab dan upaya mencegah penyebaran.

Sejalan dengan itu, PBB didesak untuk membentuk tim penyelidik independen untuk meneliti awal dari munculnya wabah. Penyelidikan ini penting agar isu penyebab penyebaran yang simpang siur dapat terklarifikasi. Harus ada informasi akurat mengenai wabah Covid-19, agar jika terjadi potensi wabah (lagi) dapat lebih dini diantisipasi.

Cina ditengarai menyembunyikan data dan fakta. Perlu ada kejelasan apakah ini kelalaian atau kesengajaan. Kerugian dunia terlalu besar akibat penanganan dan pola informasi Cina. Gugatan “perdata” ganti rugi dan penyelidikan komisi independen PBB layak dan bagus untuk dilakukan.

indonesia dirugikan. Tak sedikit korban terjangkit dan meninggal. Ekonomi rakyat/UKM ambruk. Perekonomian negara amblas. Menteri Keuangan ngomong di luar konteks. Presiden bikin Perppu yang berpeluang menggasak uang negara. Tindak kriminal meningkat akibat 30,00-an tahanan dilepas. Semua itu kerugian yang nyata.

Pihak-pihak terdampak berhak menggugat. Seperti dilakukan pengusaha real estate di Croydon dekat London Selatan. Demikian juga Lorraine Caggiano, administrator dari New York. Bila perlu, ribuan penggugat dari 40 negara menggugat bersama melalui pengadilan di Amerika. Indonesia harus mendukung desakan agar PBB membentuk Komisi Penyelidik Internasional.

Bongkar penyebab sebenarnya wabah ini. Apakah dari pasar hewan Wuhan, kebocoran laboratorium atau mungkin ada skenario lain untuk mengguncang dunia, baik dilakukan oleh Cina maupun negara lain. Ini adalah pembunuhan masal. Indonesia harus lakukan social and political distancing dengan negara Cina. Rakyat sudah sangat khawatir dan keberatan dengan peran RRC bersama warga negara diaspora yang “menguasai” aset dan ekonomi bangsa Indonesia.

Saatnya menuntut ganti rugi dan mendukung penyelidikan PBB. Jangan biarkan Cina bebas tanggung jawab, berkacak pinggang dan tetap merasa jumawa. Hentikan perilaku mereka yang bagai Kaisar memperbudak puak pribumi.●

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *