IWAPI bentuk Koperasi baru

Para pemilik modal kecil saja jika berkelompok dan membentuk koperasi akan terkumpul modal cukup dan bermanfaat untuk anggota dan masyarakat yang membutuhkannya. Tak heran jika yang berkelompok itu adalah para pengusaha dan membentuk koperasi pastilah kondisinya berbeda. Luar biasanya kelompok usaha ini adalah wanita.

Dimotori pengusaha Dewi Motik Pramono, Dyah Anita Prihapsari dan pengusaha lainnya seperti Melani Leimena, Dewi Arimbi Soeharto Alamsyah dan Hanna Marlina bergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Organisasi inilah yang selanjutnya melahirkan Koperasi Iwapi Mandiri Sejahtera.

IWAPI logo

Hasilnya meskipun belum terbentuk sepenuhnya baik para pengurus dan para pengawas untuk bekerja dalam kepengurusan saat itu namun para wanita pengusaha ini sudah mampu mengumpulkan dana Rp 200 juta sebagai modal kerja awal pendirian koperasi.

Tepatnya setelah memenuhi syarat minimal berdirinya koperasi, yakni dua puluh wanita pengusaha yang tergabung dalam Iwapi hadir saat pembentukan koperasi. Maka pada 7 April 2016 bertempat di Kyriad Pejaten Suites. Dipercaya menjadi Ketua Umum, Hj Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah dan Dyah Anita Prihapsari atau yang sering disapa Nita Yudi yang juga Ketua Umum DPP IWAPI, sebagai Ketua Pengawas.

Koperasi Iwapi Mandiri Sejahtera didirikan untuk membantu para anggota koperasi menyediakan sembilan kebutuhan bahan pokok (sembako) seperti beras, gula, tepung terigu, minyak goreng, daging sapi, ayam telur, ayam,susu, jagung dan garam beryodium.

Anggota koperasi ini merupakan wanita pengusaha yang juga menjadi anggota IWAPI. Dewi Motik Pramono selaku pendiri IWAPI mengatakan koperasi besutannya nantinya akan bekerjasama dengan Perum BULOG untuk penyediaan sembako bagi para anggota koperasi. Selain itu imbuh wanita kelahiran 10 Mei 1949 ini berharap koperasinya benar-benar dapat mensejahterakan anggota yang tergabung dalam koperasi.

Cita-cita koperasi yang ia dirikan itu bisa berkembang seperti lazimnya seperti koperasi yang ada di Eropa dan Amerika. Apalagi di negara itu yang tidak memiliki Pancasila tetapi mampu menerapkan sistim koperasi dengan baik. Bahkan benar-benar menjadikan koperasi yang mensejahterakan seluruh anggota. “Untuk itu kami berharap koperasi yang anggotanya para pelaku usaha ini dan hidup di bumi Pancasila, bisa tumbuh dan berkembang,” tuturnya.

IWAPI mempunyai anggota 30.000 anggota yang berprofesi sebagai pengusaha kecil – menengah bergerak di bidang usaha kreatif. Dalam Era MEA ini akan mengokohkan basis usaha kecil-menengah dengan fokus kepada kinerja terkait peningkatan SDM, Mayoritas Perluasan Jaringan Pemasaran.    (Novia HS)

Share This:

You may also like...