Danau Toba, Hasil Letusan Spektakuler Gunung Toba

Selain Pulau Samosir, di Danau Toba ada dua pulau lain. Hebatnya lagi, di Pulau Samosir terdapat dua buah danau. Istilahnya ‘danau di atas danau’. Itulah di antara keistimewaan Toba, danauvulkanik terbesar di dunia, yang tercipta 75 ribu tahun silam.

 

Letaknya hampir 1 km di atas permukaan laut. Dikelilingi deretan gunung berapi, bagian dari Bukit Barisan sepanjang poros Pulau Sumatera. Di sekelilingnya tumbuh subur pohon enau dan pinus. Danau Tobayang masyhur itu setiap saat siap menularkan kesejukan dan keindahan. Hanya lima jam perjalanan darat untuk mencapai danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara seluas 2.300 km2.

Lekuk Danau Toba berukuran 87 x 27 km itu makin elok dipandang dari Menara Tele. Apalagi jika disaksikan pada pagi hari. Menara Tele terletak antara Pangururan dan Sidikalang. Di sebelah utara Danau Toba bisa dijumpai lutung, orangutan, dan beberapa jenis monyet. Sedangkan di bagian selatan Danau Toba terdapat monyet lingur, tapir, dan ingkir. Danau ini seolah-olah menjadi garis pemisah ekologi fauna.

Danau Toba terbentuk akibatletusan supervolcano (gunung berapi super) 75 ribu tahun silam. Letusan supervulkan terbesar dalam dua juta tahun terakhiritu menghasilkan Toba sebagai danau tekto-vulkanik terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Material yang disemburkan Gunung Toba purba itu sekitar 2.800 km3 dari Ignimbrit yang mengalir di atas tanah, dan 800 km3lainnya jatuh sebagai abu, terutama ke arah barat. Aliran piroklastik letusan tersebut menghancurkan area tak kurang dari 20.000 km2.

Sebaran debu gunung berapi itu sedemikian luas, ditemukan hampir di seluruh pelosok dunia. Berbagai penelitian menemukan indikasi kuat tentang dahsyatnya dentumanGunung Toba. Khususnyasetelahterhimpun bukti molekul debu vulkanik yang sama di 2.100 titik. Itu dihitung dari kaldera kawah—yang kini jadi Danau Toba—hingga 3.000 mil dari sumber letusan. Debu vulkanik menutupi permukaan bumi hingga Greenland di kutub utara dan Antartika di kutub selatan; suhu berkurang hingga 10º Celcius.

Beberapa bukti DNA menunjukkan, letusan ini juga memusnahkan 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih bertikai pendapat. Kalderahasil letusan itulalu diisi oleh air—saat ini dikenal sebagai Danau Toba—yang volumenya cukup untuk menggenangi seluruh Kerajaan Inggris hingga setinggi kira-kira satu meter. Adapun tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

Perkampungan pulau samosir

Dihuni 1.000 KK

Menyebut Toba akan selalu terkait dengan Samosir. Danau dengan pulau di tengahnya itu seakan dua sisi dari sekeping mata uang. Pulau Samosir dengan luas 647 km2, hampir sama dengan Republik Singapura. Tak lengkap berwisata ke Toba tanpa menginjakkan kaki di Samosir. Tapi jika dianggapmemadai dengan menikmati asrinya pemandangan Toba dari lingkar luar, tanpa menyeberang ke Pulau Samosir, di Parapat tersedia beberapa hotel dan resor.

Samosir bukan satu-satunya pulau di tengah Danau Toba.Di sana terdapat dua pulau lainnya, yaitu Pulau Sibandang dan Pulau Simamora. Anda bisa mencapai Pulau Sibandang dengan kapal-kapal kecil yang biasanya bersandar di pelabuhan Pasar Muara. Dihuni 1.000-an KK, pulau ini menghasilkan buah mangga yang lezat. Satu lagi adalah Pulau kecil Simamora yang tidak berpenghuni. Samosir juga punya dua air terjun cantik, yakni Air Terjun Simangande dan Air Terjun Pangaribuan.

Penyeberangan ke Pulau Samosir bisa melalui pelabuhan Pelabuhan Ajibata di Parapat. Sekitar 30 menit fery sudah bersandar di Pelabuhan Tomok, Samosir. Di Pulau Samosir terdapat dua buah danau, yaitu Danau Aek Natonang dan Danau Sidihoni. Itu sebabnya keduanya sering dijuluki “Danau di atas danau”. Resor, hotel dan penginapan biasa tersedia di sepanjang daerah Tuktuk dan Ambarita, tidak jauh dari Pelabuhan Tomok. Di sini dapat dibeli kaos, kerajinan tangan, ulos,souvenir unik lainnya.

Untuk menuju Desa Tuktuk Siadong-adong, Pulau Samosir, Anda bisa masuk dari Kota Parapat. Hanya sekitar 3 jam dari kota Pematang Siantar atau 5 jam dari pusat Kota Medan. Lalu lanjutkan perjalanan dengan menaiki kapal/fery dari Pelabuhan Ajibata, sekitar 1 jam, anda akan sampai di Pelabuhan Tomok. Pelabuhan inilah salah satu pintu masuk utama Pulau Samosir. Sekitar 30 menit perjalanan dari sini, anda berada di Desa Tuktuk Siadong-adong, pusat kawasan pariwisata yang sangat dikenal.

Jika anda menggunakan transportasi darat, anda bisa mencapaiSamosir dari daerah Pangururan. Kalau dari Medan, anda bisa masuk dari daerah Kabupaten Dairi dan menuju ke arah Kab. Humbang Hasundutan.Dari Desa Tele, perjalanan selanjutnya menuruni bukit terjal, dengan tikungan tajam di sana-sini.Sangat menantang bagi yang penggemar uji adrenalin.
exit gate samosir

Danau Sidihoni dan Aek Natorang

Kegiatan wisata seperti mengelilingi Desa Tuktuk Siadong-adong (desa ini seperti berbentuk bundaran) anda bisa memulai perjalan baik naik sepeda maupun jalan kaki dan nantinya anda akan kembali lagi ke tempat semula. Tantangan lainnya, mendaki gunung Pusuk Buhit dengan tinggi sekitar 2 km. Dolok atau Gunung Pusuk Buhit ini dikenal sebagai gunung sakral bagi suku Batak.Panorama alam damai terbentang seluas mata memandang jika anda sempat mendaki 500 meter lagi menuju daerah puncak. Anda harus singgah di tempat yang satu ini.

Danau Sidihoni dan Danau Aek Natorang adalah dua danau di atas danau yang cukup spektakuler di Kecamatan Pangururan. Perubahan warna danau ini kerap menjadi syarattentang kejadian-kejadian besar di negara kita. Danau Aek Natorang berada di Kecamatan Simanindo, sayangnya, kurang dikelola dengan baik. Akses jalan ke sana merepotkan kendaraan, padahal di danau ini terletak eksotis pemandangan yang cukup menakjubkan.

Bila anda hobi memancing anda bisa Wisata Mancing di Bakara, sambil menikmati indahnya pemandangan Danau Toba.Pantai Lumban Silintong Balige.Menuju Kota Balige dengan lama perjalanan kurang lebih 6 jam perjalanan. Dari bandara Kualanamu Medan bisa terbang 30 menit menuju Siborong-borong, kabupaten Taput.

Ambarita.Menawarkan wisata adat istiadat yang kental. Bangunan yang ada menjadi saksi bisu bagaimana perkampungan masa lalu yang konon mengenal tradisi kanibal. Di Tuktuk,  anda akan menemukanmasyarakat dengan tradisi adat yang kental, di samping tempat mendapatkancenderamata yang beragam. Di sini tersedia hiasan dinding, ukiran patung, ulos,hingga alat-alat musik tradisonal Batak seperti taganing, hasapi, seruling Batak.

Masih di Samosir, Pangururan merupakan tempat yang cocok untuk hobi berenang bersama keluarga. Sangat disarankan bagi anda yang berkunjung ke Samosir untuk berendam air panas di Pangururan. Aek Sipitu Dai. berada di Kecamatan Sianjur mula-mula dan untuk menuju ke sini anda sebaiknya melewati Pangururan Samosir saja, di sini anda akan melihat 7 (tujuh) pancuran air dari sumber air yang sama dengan rasa berbeda-beda.

DiTomok anda bisa menikmati tontonan boneka Sigale-gale yang bisa menari-nari. Tentu saja dengan bantuan seseorang yang menggerakkan di belakangnya. Boneka ini terbuat dari kayu dengan pakaian Batak. Untuk suasana yang rada berdimensi masa lampau, kunjungilah Kampung Siallagan.Di perkampungan ini berdiri bangunan rumah adat Batak dan dikelilinggi pagar batu-batuan dan bambu.Untuk menyaksikan para perempuan membuat ulos yang dirajut dengan alat tradisional, tempatnya ada di Desa Suhi Suhi.

Di pinggiran Danau Toba berdiri sebuah rumah bersejarah merupakan satu destinasi wisata penting.Sayangnyarumah yang memiliki sentuhan emosional dengan salah seorang founding fathers itu tidak terlalu populer karena kurangterpublikasi. Rumah bergaya Belanda yang dimaksud—dengan pemandangan lepas menyaksikan keelokan abadi Danau Toba—tidak lain dan tidak bukan adalah rumah yang pernah menjadi tempat pengasingan putra sang fajar, Presiden RI pertama, Ir. Soekarno.(Dody M.)

Share This:

You may also like...