25 Tahun Koperasi Astra Tak Henti Berinovasi

Koperasi Astra tahun ini memperluas bidang usaha di sektor transportasi laut dan jasa penyimpanan arsip. Dana investasi miliaran rupiah siap digelontorkan untuk mendukung ekspansi bisnis ini.

Tahun ini, Koperasi Astra memasuki usia 25 tahun. Selama seperempat abad berkiprah, sudah banyak prestasi yang ditorehkan koperasi yang berdiri pada 25 Juni 1990 ini. Seiring dengan pencapaian itu, pengurus dan segenap pemangku kepentingan lain tiada henti berinovasi. Tujuannya hanya satu, meningkatkan kesejahteraan anggota.

Jika dianalogikan dengan manusia, 25 tahun tergolong usia muda. Sebuah masa yang punya energi besar untuk melakukan perubahan. Selain itu, juga responsif terhadap perubahan dan tuntutan zaman.

Melihat perkembangan usahanya, tidak berlebihan jika Koperasi Astra gandrung melakukan perubahan ke arah lebih baik dan senantiasa melakukan inovasi. Hal ini ditandai dengan lahirnya ide-ide baru untuk pengembangan usaha.

Seperti dalam RAT Tahun Buku 2014 yang baru saja berlalu, Koperasi Astra berhasil membukukan kinerja usaha yang positif. Tren pertumbuhan itu akan dipertahankan pada tahun ini, kendati ekonomi makro sedang melambat.

Seiring pertumbuhan usaha, Koperasi Astra terus melakukan inovasi produk dan layanan. Pongki Pamungkas, Ketua Umum Pengurus Koperasi Astra mengatakan, pada tahun ini pengurus berkomitmen untuk memperluas usaha koperasi, baik bermitra dengan perusahaan Grup Astra maupun non-Astra. “Pengembangan usaha terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan anggota dan mengoptimalkan potensi yang ada,” ujar Pongki.

Koperasi Astra berencana membuka usaha jasa penyimpanan arsip. Jika tak ada aral melintang, pada tahun depan akan mulai dijalankan. Selain itu, juga akan mengembangkan bisnis transportasi laut di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kedua lini usaha baru ini akan melengkapi bisnis yang lebih dulu eksis. Meski bernaung di bawah Grup Astra, bukan berarti koperasinya diberikan perlakuan istimewa. Koperasi Astra, kata Pongki mendapatkan bisnisnya dengan berkeringat. Artinya, melalui kompetisi yang sengit dengan kompetitornya.

Untuk mengembangkan bisnis barunya itu pun sudah melalui tahapan seleksi yang ketat. Seperti harus melakukan kelayakan usaha (feasibility study) dan presentasi dengan penentu kebijakan di perusahaan induk. Proposal bisnis yang ketat ini diperlukan agar bisnisnya dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Untuk bisnis barunya itu, pada tahap awal pengurus akan membidik pasar yang sudah ada (captive market) yaitu di lingkungan Grup Astra. Nantinya, terbuka kemungkinan akan menyasar kelompok usaha di luar Astra.

kop astra

Simpanan Anggota Andalan Koperasi

Saat ini, Koperasi Astra memiliki usaha Simpanan Berjangka dan penyaluran pinjaman kepada anggota. Simpanan Berjangka merupakan bentuk partisipasi anggota koperasi dalam simpanan sukarela. Tenornya bervariasi yaitu 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan.

Sampai akhir tahun 2014, Simpanan Berjangka ini meningkat 0,76 persen menjadi Rp 336,49 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 333,93 miliar. Produk ini menjadi andalan Koperasi Astra dalam menyalurkan pinjaman kepada anggota. Untuk itu, pengurus memberikan suku bunga simpanan yang sangat kompetitif agar anggota terus menyimpan dananya di koperasi.

Sedangkan produk pinjaman yang disalurkan sebesar Rp 323,59 miliar, naik 0,23 persen dibanding tahun 2013. Sebagian besar pinjaman yaitu 94,95 persen disalurkan kepada anggota. Sisanya disalurkan kepada Koperasi Unit berupa pinjaman modal kerja dan channeling.

Dibandingkan bunga pinjaman perbankan, suku bunga pinjaman yang diberikan sangat rendah sebesar 3 persen sampai 5 persen. Suku bunga tertinggi sebesar 9 persen untuk produk multi guna dengan plafon mencapai Rp 200 juta.

Rendahnya bunga pinjaman ini bertujuan untuk meringankan cicilan anggota. Ini sesuai dengan misi koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Selain itu, koperasi memiliki sumber dana murah yang cukup.

Menurut Pongki, dengan penetapan suku bunga Simpanan Berjangka yang tinggi dan suku bunga pinjaman yang rendah, anggota semakin bergairah untuk berkoperasi. “Koperasi Astra sangat memprioritaskan kesejahteraan anggota. Oleh karena itu, bunga pinjaman ditekan seminimal mungkin,” ujar Pongki.

Dibandingkan suku bunga komersial perbankan yang umumnya di atas 20 persen, tentu bunga pinjaman Koperasi Astra jauh lebih rendah. Pada umumnya, pinjaman dari anggota digunakan untuk uang muka pembelian rumah, renovasi, dan sewa rumah.

 

Jaringan Usaha

Selain simpan pinjam, Koperasi Astra juga melakukan investasi pada beberapa anak usaha. Seperti di PT Sigap Prima Astrea (SPA) dimana kepemilikan saham koperasi sebesar 92,50 persen. Selama 2014, SPA berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 108,745 miliar. Laba bersih tercatat sebesar Rp 17,282 miliar, melonjak 49,84 dari tahun sebelumnya Rp 11,533 miliar.

Selain SPA, investasi juga dilakukan di PT Sigap Garda Pratama (SGP) dengan kepemilikan saham sebesar 70 persen. Pendapatan usaha SGP pada tahun lalu sebesar Rp 6,904 miliar, naik 16,18 persen dari tahun sebelumnya Rp 5,943 miliar.

Koperasi Astra juga merupakan pemegang saham sebesar 99,99 persen di PT Unimitra Aspera (UMA). Perusahaan ini usahanya fokus pada investasi atas penyertaan saham di PT Karsa Surya Indonusa (KSI) yang bisnis utamanya adalah mengelola kereta gantung di kawasan Taman Impian Jaya Ancol (TIJA).

Pada tahun lalu, total aset UMA sebesar Rp 36,315 miliar, meningkat tipis dari tahun sebelumnya sebesar Rp 33,741 miliar. Sedangkan laba bersihnya sebesar Rp 3,198 miliar atau naik dibanding 2013 Rp 2,974 miliar.

Selain itu, Koperasi Astra juga memiliki saham sebesar 95 persen di PT Swakarsa Cipta Mandiri (SCM). Pada 2014, pendapatan usahanya sebesar Rp 26,178 miliar, naik sedikit dari 2013 Rp 25,585 miliar.

Pongki menambahkan, pihaknya juga memiliki saham minoritas pada beberapa perusahaan yaitu pada PT Kantra, ibid, Selog, dan Harmoni Logistik. “Secara umum, anak usaha koperasi bisnisnya berkembang,” ucapnya.

 

Inovasi Bisnis

Sementara itu, Masrana Ketua Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Astra mengatakan pada tahun ini ditargetkan pertumbuhan usaha sebesar 15 persen. “Kami yakin target tersebut dapat tercapai pada tahun ini,” tuturnya.

Perluasan usaha di sektor transportasi laut di Balikpapan, kata Masrana, karena adanya potensi bisnis. Seperti diketahui, Grup Astra memiliki jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur. Total biaya investasi yang disiapkan sebesar Rp 7 miliar.

Oleh karena itu, Koperasi Astra berinisiatif untuk membuka usaha di sektor tersebut. Apalagi Balikpapan terbilang kota dengan ekonomi yang dinamis. Sehingga permintaan terhadap jasa transportasi laut terbuka lebar. “Tahun ini bisa segera dimulai untuk usaha angkutan laut,” ujar Masrana.

Sedangkan untuk bisnis jasa penyimpanan arsip, saat ini sedang dibangun infrastruktur gedungnya. Diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2016. Meningkatnya kebutuhan dokumentasi perusahaan, terutama di lingkungan Astra, merupakan potensi bisnis yang akan dioptimalkan oleh koperasi.

Untuk membangun bisnis ini, Koperasi Astra merogoh kocek sebesar Rp 40 miliar. Ia menambahkan, pengembangan usaha dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip manajemen risiko. Artinya, proyeksi return sudah dihitung secara cermat dengan mempertimbangkan unsur risiko. “Potensi bisnis menjadi alasan utama dibalik pengembangan lahan usaha baru. Kami juga menerapkan tata kelola yang baik sesuai dengan standar di Astra,” ujarnya.

Dengan usaha yang selama ini dijalankan, anggota koperasi terus bertambah. Pada tahun 2014, jumlah anggota mencapai 69.954 anggota, naik dari tahun sebelumnya 62.022 orang. Jumlah anggota itu sebesar 41,59 persen dari total karyawan tetap Grup Astra.

 

 

Implementasi CSR

Seiring perkembangan usahaya, Koperasi Astra konsisten melaksanakan tanggung jawab sosial yang dilakukan, baik secara mandiri maupun bersinergi dengan anak perusahan dan Yayasan Amaliah Astra.

Pada tahun 2014, ada empat kegiatan sosial yang dilakukan. Yaitu renovasi sarana pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pembangunan posyandu; donor darah; pesantren kilat dan santunan anak yatim; dan pengobatan gratis.

Kegiatan renovasi sarana pendidikan PAUD dan membangun Posyandu dilakukan di RW 021. Selain itu juga membangun gudang, membuat closet dan pemagaran posyandu di RW 014 Perumahan Trias Estate Tambun, Bekasi. Dipilihnya lokasi ini karena merupakan perumahan pertama yang bekerja sama dengan Koperasi Astra melalui pemberian fasilitas uang muka KPR.

Sedangkan kegiatan donor darah dilakukan di Sigap Training Center (STC) Cileungsi. Acara ini bekerja sama dengan PT Sigap Prima Astrea dan dilaksanakan pada Februari dan Oktober 2014. Dari kegiatan ini dihasilan kantong darah untuk membantu sesama yang memerlukan.

Kerja sama dengan Sigap Prima juga dilakukan saat menggelar Pesantren Kilat pada Ramadan tahun lalu. Pada acara itu, juga diberikan santunan kepada anak yatim piatu yang berada di sekitar STC Cileungsi.

Selain itu, Koperasi Astra bekerja sama dengan Yayasan Amaliah Astra mengadakan kegiatan penyuluhan dan konsultasi pengobatan gratis di Jalan Jati dan Sungai Bambu Jakarta Utara. Acara ini dihadiri oleh 122 pasien yang merupakan warga setempat.

Melalui kegiatan sosial yang rutin diadakan setiap tahun ini, kemitraan koperasi Astra dengan masyarakat dan lingkungan akan lebih meningkat.

Pada tahun ini, Koperasi Astra juga sudah menganggarkan untuk melaksanakan kegiatan sosial. Seperti mendirikan PAUD dan Posyandu di komplek perumahan anggota.

Share This: