2021 Swasembada Bawang Putih, Kementan Siapkan Strategi

Ilustrasi-Foto: Dinas Pertanian Temanggung,

JAKARTA-—Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi menyatakan, swasembada bawang putih pasti terwujud. Karena langkah strategis ke arah sana sudah disusun dan dilaksanakan.  Hanya saja dia menyebutkan, komoditas bawang putih berbebda dengan yang lain. Kalau komoditas pertanian lain diproduksi dalam negeri, maka impor dikurangi.

“Sementara bawang putih impor dibutuhkan sesuai konsumsi semua. Selain itu yang diproduksi dalam negeri masih diproses menjadi benih pada 2021. Dengan demikian tidak ada kompetisi segmen bawang putih di pasar,” ucap Suwandi di Jakarta, Senin (20/5).

Lanjut  dia, swasembada bawang putih bukan hanya untuk mengembalikan kejayaan dan menghilangkan ketergantungan dengan negara lain, baik dari segi pasokan maupun harga yang telah membuat merugi justru rakyat Indonesia.

Dikatakannya, pada 2021, Kementan memperkuat dan memperbanyak benih untuk kebutuhan di dalam negeri. Pihaknya sudah menghitung untuk kebutuhan 2021, membutuhkan luasan sampai 100 ribu hektare untuk pemenuhan kebutuhan benih dan konsumsi. Kurang lebih 60 ribu hektare di antaranya  untuk kebutuhan konsumsi.

“Langkah tersebut sudah pada jalurnya  dilakukan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, importir bahkan petani bawang putih. Prosesnya bertahap dari tahun ke tahun. Dari awalnya hanya Temanggung dan Sembalun, kini sudah ada di 80 kabupaten dan berkembang menjadi 110 kabupaten se Indonesia,” papar Suwandi.

Rintisan swasembada tersebut dimulai pada 2017 dengan luas pertanaman 1.900-an hektare. Semua hasil panen dijadikan benih untuk ditanam pada 2018. Sedangkan pada 2018, ditargetkan pertanaman di atas lahan 11 ribu hektare. Hasil pertanaman 2018 kemudian dijadikan benih untuk pertanaman 2019 di lahan seluas 20-30 ribu hektare.

Hasil pertanaman 2019 digunakan sebagai benih untuk pertanaman pada 2020 mendatang dengan target luasan mencapai 60-80 ribu hektare. Semua yang dihasilkan merupakan benih lokal dengan varietas Sangga Sembalun, Lumbu Hijau, Lumbu Kuning, Tawangmangu. Kelebihan benih dalam negeri dibandingkan benih impor, aroma bawang putih lokal lebih kuat.

Kalkulasi pemerintah. pada tahun 2021 dengan luasan mencapai 100 ribu ha dan produktivitas rata-rata nasional mencapai 6 ton per hectare, maka kebutuhan benih dan bawang putih konsumsi sudah bisa dipenuhi di dalam negeri. Dengan demikian pada 2021 swasembada terwujud dan importir statusnya menjadi mitra petani.

Pemerintah mengajak pelaku usaha, khususnya Importir bawang putih untuk ikut membudiayakan bawang putih sebagai konsekuensi dan prasyarat terbitnya Rekomendasi Importasi Produk Hortikultura (RIPH).

“Pendanaan untuk pertanaman bawang putih terbagi tiga yaitu dari APBN, Wajib Tanam (importir) dan Swadaya. Kebanyakan petani bermitra dengan importir minimal 5 persen dari wajib tanam dan berproduksi,” pungkasnya.

Share This:

You may also like...