2021, Koperasi Kopkun, Fokus Digitalisasi Usaha

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

PURWOKERTO—-Siapa bilang milenial tidak mampu mengembangkan koperasi? Koperasi Karya Utama Nusantara (Kopkun) membuktikan hal itu. Koperasi ini awalnya merupakan koperasi di lingkungan kampus Universitas Soedirman, Purwokerto, Kabupaten Banyumas pada 18 Oktober 2006.  Namun kemudian berkembang menjadi koperasi masyarakat. 

Pada Rapat Anggota ke-7 tahun 2014 disahkan Rencana Strategis Kopkun 2015-2025. Salah satu amanatnya adalah mengembangkan Kopkun ke seluruh wilayah Kab. Banyumas. Agar tidak terjadi hambatan sosial-psikologis, maka pada Rapat Anggota ke-8 tahun 2015 secara resmi berubah nama “Koperasi Konsumen Kopkun”.

Menurut Ketua Kopkun Herliana HC, sampai Tutup Buku Tahun 2019, Kopkun tumbuh dengan baik mencapai target aset mapun omzet.  Aset yang dibukukan Rp28 miliar dan omzet lebih dari Rp20 miliar dan jumlah anggota lebih dari 1.500.  Jumlah aset meningkat dari 2018 yaitu Rp27 miliar dan anggotanya sekira 1.400 orang.

Awal 2020 kopkun berhasil menambah unit swalayan dari 3 toko menjadi 4 toko.  Selain itu Kopkun juga mampu membuka usaha makanan yaitu INNO Cafe.

Hanya saja Pandemi Covid-19 pada awal maret 2020 memberikan pukulan yang cukup keras bagi usaha ritel Kopkun.

“Karena posisi Kopkun berada di sekitar Kampus Unsoed, jadi Kopkun terpaksa harus menutup unit usaha selama satu bulan,” kata Herliana kepada Peluang, Rabu (13/1/21).

Awal April bisnis ritel Kopkun mulai jalan lagi tetapi jam operasional belum stabil. Biasanya jam operasional kopkun dari jam 07.00 – 24.00 dengan 3 shift kerja, berubah menjadi 07.00 – 20.00 dengan 2 shift kerja.

Sebuah kegiatan di Toko Swalayan Kopun-Foto: Istimewa.

Hal ini berdampak terhadap penurunan omzet dan merumahkan sebagian karyawan partimer. Dengan berbagai keterbatasan kopkun melakukan inovasi melalui penjualan on line dan deliveri order.

“Walaupun capaian kopkun di tahun 2020 tidak sebaik tahun 2019 tetapi Alhamdulillah Kopkun masih bisa bertahan di masa Pademi,” ujar Herliana lagi. 

Pada  2021 ini kopkun berencana untuk menambah toko untuk meningkatkan capaian omzet Kopkun. Dia menyampaikan, 2021 momentum Kopkun untuk lebih fokus dalam mengembangkan digitalisasi usaha Kopkun.   Sebagai catatan Kopkun sudah punya Sakti.Link  untuk pembayaran digital (Van).

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *