2020, Volume Ekspor Kopi Sumbar Capai 275 Ton

PADANG—Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi  Sumatera Barat, Syafrizal mencatat volume ekspor kopi Minang mencapai 275 ton dengan nilai sekira Rp6,45 miliar.

“Kopi asal Ranah  Minang juga diminati pasar ekspor. Di antara pasar ekspor Kopi Minang adalah,  Malaysia, Korea Selatan, Hongkong dan beberapa negara Timur Tengah,” ujar Syafrizal, di Padang, Jumat (16/10).

Itu sebabnya, dikatakannya kegiatan business matching antara pelaku usaha/ eksportir kopi dengan kelompok tani Kopi Minang, Sumbar pada  6-7 Oktober 2020, lalu  di Kota Padang, diharapkan mampu membuka pasar ekspor Kopi Minang lebih luas lagi.

Pihaknya mendukung Ditjen  Perkebunan dalam akselerasi peningkatan ekspor komoditas perkebunan di Sumatera Barat, khususnya kopi yang tersebar di tujuh sentra produksi kabupaten. Seperti, Agam, Tanah Datar, Solok, Solok Selatan, Pasaman, 50 Kota dan Pasaman Barat.

Acara yang cukup bergengsi ini dihadiri sejumlah pelaku usaha. Di antaranya, pelaku usaha/ eksportir kopi dari Bandung, PT Surya Indo Singa, yang sudah lebih dari tiga tahun menjalankan usaha ekspor kopi ke sejumlah negara.

Sementara Direktur Utama PT Surya Indo Singa,  Lily Ratnasari mengatakan, ditengah pandemi ini permintaan kopi masih terus berdatangan, meskipun volumenya belum signifikan.

 “ Dalam waktu dekat saya mendapat order ekspor dari Korea dan Eropa dari jenis kopi robusta dan arabika. Karena itu, saya mengharapkan mendapat pasokan kopi dari Sumatera Barat,” papar Lily.

Pada kesempatan lain, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ir. Dedi Junaedi, M.Sc menyatakan,  ditengah kondisi perekonomian Indonesia yang defisit 5,32 persen, sub sektor perkebunan tumbuh positif  dan menjadi jaminan pemulihan ekonomi nasional dari sektor pertanian. Tercatat PDB sektor Pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan II tahun 2020.

Menurut Dedi, dari sisi volume ekspor  kopi saat ini mengalami peningkatan sebesar 12 persen jika dibandingkan triwulan II tahun 2019.

Dedi berharap, ke depan ada komitmen bersama antara Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Ditjen. Perkebunan dan para pelaku usaha dalam mengakselerasi peningkatan ekspor komoditas kopi. 

“Selain itu, secara bersama-sama memperbaiki rantai pasok kopi, mutu produk, nilai tambah dan memperkuat kemitraan petani,” kata Dedi.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *