2020, Subsidi Pupuk Jadi 7,94 Juta Ton

Ilustrasi-Foto: iNews.

JAKARTA—-Komisi VI DPR RI menyetujui usulan Kementerian Pertanian mengubah komposisi pagu anggaran 2020, serta usulan alokasi anggaran subsidi pupuk sebesar 7, 94 juta ton.

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mengatakan, pihaknya menerima subsidi pupuk urea sebanyak 3, 27 juta ton atau setara Rp11,34 triliun, SP-35 sebanyak 500 ribu ton atau setara Rp1,65 triliun, serta ZA sebanyak 750 ribu atau senilai Rp1, 34 triliun.

“Subsidi itu juga meliputi pupuk buatan NPK sebanyak 2,70 juta ton atau setara dengan Rp 11,12 triliun. Juga pupuk organik atau kompos dengan kualitas tertentu yang jumlahnya setara dengan Rp 1,14 triliun,” papar Sudin dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pertanian, Senin malam (18/11/19).

Dalam raker itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) berjanji melakukan kajian yang mendalam terkait semua usulan dan masukan dari DPR.

“Secara teknis Tentu saya coba mengkaji apa yang menjadi berbagai masukan dari forum rapat kerja ini, termasuk masalah pupuk,” ucap dia.

Kementan akan memperkuat produksi pangan melalui konsolidasi dengan berbagai lembaga dan kementerian lain, serta melakukan kajiannya secara komprehensif.

Menurun Mentan, pihaknya  melibatkan berbagai pihak, di antaranya pakar perguruan tinggi. Kementan sudah menetapkan target produksi padi sebanyak 59,15 juta ton. Kemudian produksi jagung sebanyak 30,35 juta ton, kedelai 1,12 juta ton, bawang merah 1,52 juta ton dan cabai 2,57 juta ton.

Kementan juga menargetkan peningkatkan bawang putih 0,08 juta ton, daging sapi atau kerbau 0,45 juta ton, tebu 2,46 juta ton, kelapa 2,91 juta ton, kakao 0,65 juta ton, kopi 0,76 juta ton dan target karet sebanyak 3,59 juta ton.

“Kami juga sudah menyiapkan benih, saprodi, alsintan dan peralatan lain untuk mengantisipasi El-Nino tahun 2020. Kemudian meningkatkan bio diesel dari B20 ke B30, selanjutnya melakukan sosialisasi dan bantuan benih, juga membentuk kelompok petani peduli api,” pungkas dia.

Share This:

You may also like...