13 Tahun KSP Sejahtera Bersama Transformasi Menuju Koperasi Abadi

Koperasi Sejahtera Bersama menegaskan komitmennya untuk fokus pada layanan Simpan Pinjam. Rasio Pinjaman terhadap Simpanan ditargetkan sebesar 80% agar sesuai dengan regulasi.

13 th KSP Sejahtera

Tepat 5 Januari 2017, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama memasuki usia 13 tahun. Masa yang terbilang belia untuk ukuran perusahaan. Namun demikian, kiprahnya mampu menyodok level 10 besar koperasi besar di Tanah Air karena usahanya yang  kinclong dan terus berkembang.

Di tengah perayaan hari jadi itu,  Ketua Pengawas KSP Sejahtera Bersama Iwan Setiawan menegaskan koperasi ini sedang bertransformasi untuk menjadi koperasi yang abadi (build to last). Fase ini merupakan tahap lanjut setelah menjadi Koperasi yang Baik (build to good) dan Koperasi yang Hebat (build to great). “Sejak 2015, KSP Sejahtera Bersama memasuki fase ketiga transformasi menjadi Koperasi yang Abadi, ” ujarnya.

Layaknya entitas bisnis, koperasi yang berkantor pusat di Bogor ini pun mengalami pasang surut usaha.  Saat masih berbentuk koperasi serba usaha (KSU),  rambahan bisnisnya  beragam, seperti sektor properti, perdagangan, dan perminyakan. Namun tidak semua usaha tersebut menuai sukses.  Kurangnya kompetensi SDM menjadi salah satu sebab kegagalan usaha yang pernah digeluti.

Belajar dari kekurangberhasilan yang pernah dialami, kata Iwan, KSU pun mereposisi diri menjadi KSP, yang pengelolaannya  hanya fokus pada layanan simpan pinjam. Dengan hanya fokus di satu sektor usaha , Iwan optimistis KSP Sejahtera Bersama bakal tumbuh besar karena selain memiliki keunggulan kompetitif dengan sumber daya manajerial yang  handal,  KSP ini juga  sudah menyebar dengan memiliki 80-an cabang di seantero Jawa.

Dalam hal perolehan Simpanan hampir tidak dijumpai kendala berarti. Namun, dalam penyaluran Pinjaman koperasi masih menghadapi tantangan. Oleh karenanya, dibutuhkan inovasi dalam menyalurkan Pinjaman agar tidak membebani posisi keuangan Koperasi.

Salah satu terobosan yang dilakukan untuk menaikkan jumlah penyaluran Pinjaman adalah membuka kantor cabang Pinjaman dan kantor pelayanan Pinjaman di seluruh regional. Cara ini diyakini dapat mengatrol penyaluran Pinjaman kepada anggota.

 Milad 13 KSP Sejahtera

Tahun Optimistis

Menghadapi situasi perekonomian yang masih belum menentu di tahun 2017, Iwan Setiawan optimistis KSB Sejahtera Bersama akan mampu melewati situasi sulit. Di tengah perlambatan ekonomi di tahun 2016, KSB Sejahtera Bersama mampu meningkatkan kinerja dibanding periode tahun sebelumnya. Hal ini tidak lepas dari kerja sama dan konsistensi pengurus dalam menjalankan strategi usaha. “Kami bersyukur pencapaian kinerja memuaskan meski dihadapkan pada tantangan internal dan eksternal,” ujarnya.

Upaya mempertahankan kinerja koperasi yang semakin kokoh tidak ada cara lain kecuali meningkatkan daya saing. Peningkatan kualitas layanan yang excellent merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar. Pengurus diminta untuk menghadirkan produk Pinjaman dan Simpanan yang kompetitif agar bisa bersaing dengan lembaga keuangan lain.

Harapan Iwan Setiawan cukup realistis mengingat tingkat inklusi keuangan di Indonesia yang masih rendah. Hal ini menandakan potensi besar bagi koperasi untuk meningkatkan penetrasinya di tengah masyarakat. Terlebih lembaga ekonomi yang ditahbiskan sebagai sokoguru ekonomi rakyat ini memiliki keunggulan dibanding lembaga keuangan lain. Proses administrasi layanan yang cepat dan ikatan emosional yang kuat antaranggota dengan pengurus merupakan bagian dari kelebihan tersebut. Namun semua itu tergantung etos kerja pengelola KSP Sejahtera Bersama.  (Drajat)

Share This: