100 Besar, Mercu Suar Koperasi Indonesia

Sedikitnya ada 10 koperasi dengan aset di atas Rp1 triliun. Uniknya, basis para pemuncak koperasi besar justru bukan di kota-kota besar. Di level manajemen, kaum muda makin unjuk gigi unjuk kapabilitas. Sejalan dengan tren umum: koperasi makin melek IT dan berbasis digital.

 

PANDANGAN miring dan menganggap usaha koperasi sebagai pemain kelas pinggiran sudah saatnya ditinggalkan. “Salah satu buktinya, kini sudah ada koperasi yang mendulang aset di atas Rp7 triliun dan volume usaha lebih dari Rp5,7 triliun,” ujar penulis dan pengamat perkoperasian, Irsyad Muchtar, saat peluncuran bukunya, 100 Koperasi Besar Indonesia, 30 Oktober lalu.

Penelisikan lapangan Irsyad Muchtar dua tahun terakhir membuktikan, bisnis koperasi terus tumbuh di berbagai daerah di Tanah Air. Menariknya, yang besar-besar ini justru mekar bukan di kota-kota besar. Pemuncak koperasi besar, yaitu Kospin Jasa, dengan aset Rp7,036 T dan volume usaha Rp4,6 T, tetap berkantor pusat di Pekalongan, Jateng. Koperasi Kredit Lantang Tipo, aset Rp2,6 T dan volume usaha Rp1,8 T, tetap bermarkas di Kabupaten Sanggau, 250 km dari ibukota Kalimantan Barat. Dan KSPPS UGT Sidogiri, aset Rp2,3 T dan volume usaha Rp2,05 T, mengelola usaha dari Pasuruan, Jatim.

Sepuluh koperasi dari 100 KBI yang mencetak aset maupun omzet lebih dari Rp1 triliun. Pertumbuhan menggembirakan ini, menurut Irsyad Muchtar, karena mereka mampu keluar dari bayang-bayang suram usaha koperasi berkonotasi negatif, yaitu hanya menunggu kredit murah dan bantuan modal pemerintah. “Kini koperasi sudah banyak dipimpin oleh kaum muda, contohnya Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia di Tangerang, yang rerata dikelola orang muda berusia 24,6 tahun”.

Selain itu, kemampuan koperasi untuk tanggap dengan perubahan teknologi yang berkembang juga menggembirakan. Hampir semua koperasi besar makin familier dengan teknologi informasi. Bahkan banyak koperasi yang membangun jaringan usahanya berbasis digital dan melakukan transaksi online sebagaimana layaknya perbankan,” ujar Irsyad Muchtar, Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Majalah PELUANG.

Diluncurkan oleh Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga, di Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, hadir 100 pengurus dan pengelola koperasi besar dari berbagai pelosok Tanah Air. Tercatat 300-an peserta. Dari 18 provinsi kontributor, hanya Prov Riau yang wakilnya absen. Ke-17 provinsi peserta adalah Jatim, DKI Jakarta, Jateng, Kalbar, Sumut, Jabar, NTT, Lampung, Bali, Sulsel, Banten, DIY, Sumsel, Kaltim, Kalteng, Jambi dan Nanggroe Aceh Darussalam.

Pejabat struktural Kemenkop UKM yang hadir: Deputi Kelembagaan, Meliadi Sembiring; Deputi Pengawasan, Suparno; Sekretaris Menteri, Agus Muharram; Dirut LPDB, Braman Setyo; Dirut LLP-KUKM, Emilia Suhaimi. Lemhannas diwakili oleh Prof. Fasbirnoor S. Juga hadir Ketua Umum AMKI, Sularto; Kadin Indonesia, Sharmilla; Inkopdit, Djoko Susilo dan Abad Elias; Kabag Humas Bank Bukopin, Tri Dirgantara; wakil dari Bank BRI; Kadiv Pukm Jamkrindo, Nina Kd; PT Kristamedia, David Santoso; PT Askrindo; Kopindo; dan Lippo Group.

Piagam dan trofi diserahkan Menteri AAGN Puspayoga kepada 13 koperasi besar yang kinerjanya menonjol, yakni: Kopdit Lantang Tipo sebagai Koperasi Kredit dengan Aset, Volume Usaha dan IT Terbaik; KSPPS UGT Sidogiri sebagai Koperasi Syariah dengan Aset, Volume Usaha Terbesar dan IT Terbaik; Koperasi Setia Bakti Wanita Surabaya sebagai Koperasi Konsumen dengan Aset Terbesar dan IT Terbaik

Kisel DKI sebagai Koperasi Fungsional dengan Volume Usaha Terbesar dan IT Terbaik; Kospin Jasa Pekalongan Jateng sebagai Koperasi Simpan Pinjam dengan Aset dan Volume Usaha Terbesar; Koperasi Pusat Susu Bandung Utara Lembang sebagai Koperasi Produsen dengan Aset dan Volume Usaha Terbesar; Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia sebagai koperasi syariah dengan CSR Terbaik; Koperasi Astra International sebagai Koperasi Fungsional dengan CSR Terbaik.

Koperasi Keluarga Guru Jakarta sebagai Koperasi Konsumen dengan Aset Terbesar; Kopdit Keling Kuman Sintang, Kalbar, sebagai Koperasi Kredit dengan CSR Terbaik; Koperasi Agro Niaga Jabung Malang, sebagai Koperasi Produsen dengan CSR Terbaik; Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama, Bogor sebagai Koperasi Simpan Pinjam dengan IT Terbaik; Healthcare Mandiri DKI sebagai Koperasi Fungsional dengan Aset Terbesar.

Berdasarkan jenisnya, 36 perwakilan koperasi kredit (credit union) naik ke panggung diwakili oleh: Pancur Kasih, Pontianak; Pintu Air Maumere, NTT; Khatulistiwa Bhakti, Pontianak; Obormas, Maumere; Sangosay, Bajawa Ngada, NTT; Mandiri, Tebing Tinggi; Sauan Sibarung, Toraja; Harapan Kita, Belawan; Ankara Lewoleba, NTT; dan Pardomuan Pakkat, Sumut.

Jenis KSP diwakili oleh Nusantara, Cianjur; Utama Karya, Jepara; Berkat, Bulukumba, Sulsel; Nasari, Semarang; Kodanua, DKI; Makmur Mandiri, Bekasi; Artha Milia, Semarang; Bakti Huria, Makassar; Graha Mandiri, Grobogan. Adapun 12 KSP Pembiayaan Syariah diwakili oleh: Bina Ummat Sejahtera, Lasem, Jateng; Tunas Artha Mandiri, Nganjuk; Maslahah Pasuruan; Tumang, Boyolali.

Untuk 20 Koperasi Fungsional (Kopkar dan koperasi pegawai RI) diwakili oleh 14 koperasi: Warga Semen Gresik, Jatim; Kopindosat, DKI; Sampoerna, Surabaya; Swadharma, DKI; Primkop Karyawan Krakatau Steel, Cilegon; Pupuk Kaltim, Bontang; Koperasi Pengayoman Pegawai Kemenkum dan HAM, DKI, Kopeg Pemda, DKI; Wijaya Karya, DKI; Kopeg Republik Indonesia Pergu Pasuruan; Koperasi Pekerja Pertamina Patra Wijayakusuma, Cilacap; Tjiwi Kimia, Sidoarjo; Bank Bukopin, DKI; Tankers Pertamina Perkapalan, DKI.

Untuk 10 Koperasi Produsen diwakili oleh Agro Niaga Jabung, Malang, Jatim; Baitul Qirad Baburrayyan, Aceh Tengah; Primkopti Jaksel, DKI. Koperasi Konsumen yang menempatkan 9 perwakilan diwakili oleh Kuta Mimba, Badung, Bali

Acara digelar mulai pukul 10.00 WIB. Setelah rehat siang, 80% peserta begitu antusias mengikuti acara diskusi pajak hingga pukul 16:00 WIB. Direktorat Jenderal Pajak diwakili oleh Wahyu Santoso. Diskusi dipandu Dedi Gumelar alias Mi’ing Bagito, yang juga Duta Koperasi. Ia moderator yang cekatan menghidupkan suasana.●(Red)

Share This:

Next Post

Jawara KSP Indonesia

Kam Nov 9 , 2017
Kospin Jasa merupakan KSP terbesar dalam hal aset dan volume usaha. Keberhasilannya tidak lepas dari implementasi prinsip koperasi dan pengelolaan yang profesional. Dalam jagat perkoperasian simpan pinjam di Indonesia, nama Kospin Jasa bukan hanya terkenal tapi sudah melegenda. Koperasi yang didirikan pada 13 Desember 1973 oleh tiga kelompok etnis yang […]